Sabtu, 17 Januari 2015

Soal Materi Sekolah Makalah Teori Belajar Deskriptif dan Preskriptif



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pendidik, mereka harus memiliki dasar empiris yang kuat untuk mendukung profesi mereka sebagai pengajar. Kenyataan yang ada, kurikulum yang selama ini diterapkan di sekolah menengah kurang mampu mempersiapkan siswa untuk masuk ke perguruan tinggi. Kemudian kurangnya akan pentingnya relevansi pendidikan untuk mengatasi masalah-masalah sosial budaya, serta bagaimana bentuk pengajaran untuk siswa dengan beragam kemampuan intelektual.
B. Rumusan Masalah
          Dari latar belakang di atas, kita bisa menentukan rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu :
1.      Apa pengertian teori deskriptif dan preskriptif?
2.      Apa perbedaan teori deskriptif dan preskriptif?
3.      Apa kelebihan dan kekurangan teori deskriptif dan preskriptif?
4.      Apa saja hal-hal yang terkait dengan teori deskriptif dan preskriptif?
C. Tujuan Penulisan
          Adapun tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini, yaitu :
1.      Untuk mengetahui teori deskriptif dan preskriptif.
2.      Untuk mengetahui perbedaan teori deskriptif dan preskriptif.
3.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori deskriptif dan preskriptif.
4.      Untuk mengetahui hal-hal yang terkait dengan teori deskriptif dan preskriptif.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Teori Deskriptif dan     Preskriptif
Teori belajar adalah deskriptif karena tujuan utamanya menjelaskan proses belajar, sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif karena tujuan utamanya menetapkan metode pembelajaran yang optimal.
Adapun contoh teori  deskriptif         yaitu    :
Jika membuat rangkuman tentang isi buku teks yang dibaca, maka retensi terhadap isi buku teks itu akan lebih            baik.
Adapun Teori pembelajaran preskriptif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil. itulah sebabnya, variabel yang diamati dalam teori-teori pembelajaran yang preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai            tujuan.
Adapun contoh nya    yaitu:
 Agar dapat mengingat isi buku teks yang dibaca secara lebih baik, maka bacalah isi buku tersebut berulang-ulang dan buatlah     rangkumannya.
Ada beberapa pendapat teori belajar deskriptif dan preskriptif menurut :
1.         Menurut          Bruner
Teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. Preskriptif karena tujuan utama teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal, sedangkan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah menjelaskan proses       belajar.
2.      Menurut Reigeluth
Teori preskriptif adalah goal oriented, sedangkan teori deskriptif adalah goal free. Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran preskriptif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil. Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran perspektif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori belajar deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil. Itulah sebabnya variable yang diamati dalam mengembangkan teori belajar yang perspektif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan, sedangkan dalam pengembangan teori pembelajaran deskriptif, variable yang diamati adalah hasil belajar sebagai akibat dari interaksi antara metode dan          kondisi.
Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan diantara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada ”bagaimana seseorang belajar”. Sebaliknya teori pembelajaran menaruh pehatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain untuk belajar. Teori pembelajaran berurusan dengan upaya mengontrol      variabel-variabel.
Teori pembelajaran mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dan proses psikologis dalam diri siswa. Sedangkan teori belajar mengungkapkan hubungan antara kegiatan siswa dan proses psikologis dalam diri siswa. Teori pembelajaran harus memasukan variabel metode          pembelajaran.
B.    
Perbedaan Teori Belajar Deskriptif dan Teori Belajar Preskriptif
1.      Teori belajar adalah deskriptif karena tujuan utamanya adalah menjelaskan proses belajar, sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif karena tujuan utamanya menetapkan metode pembelajaran yang   optimal.
2.      Teori pembelajaran preskriptif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil, itulah sebabnya variabel yang diamati dalam teori-teori pembelajaran preskriptif adalah metode yang optimal untuk mencapai tujuan.
3. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan diantara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar atau bagaimana seseorang   belajar.
4. Teori pembelajaran menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar atau upaya mengontrol variabel-variabel yang di spesifikasikan dalam teori belajar agar dapat memudahkan            belajar.
5. Teori prespektif adalah goal oriented (untuk mencapai tujuan) sedangkan teori deskriptif adalah goal free (untuk memberikan     hasil).
Dari perspektif lain, Simon mengemukakan perbedaan serupa dengan memaparkan persamaan a prespective science dan membandingkan dengan karakteristik a descriptive science. Dengan ini teori pembelajaran termasuk teori preskriptif yang berpasangan dengan teori belajar termasuk teori      deskriptif.
Teori-teori belajar menaruh perhatian pada hubungan diantara variabel-variabel yangg menentukan hasil belajar pada “bagaimana seseorang belajar” sebaliknya tepri pembelajaran menaruh pehatian bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain untuk          belajar.
C. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Deskriptif dan       Preskriptif
Kelebihan dari teori belajar deskriptif lebih terkonsep sehingga siswa lebih memahami materi yang akan disampaikan dan juga mendorong siswa untuk mencari sumber pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan suatu tugas. Sedangkan kekurangannya adalah kurang memperhatikan sisi psikologis siswa dalam mendalami suatu     materi.
Kelebihan teori preskriptif adalah lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas, banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar, serta mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimalsedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang cukup lama.
 
D.Teori Belajar dan Pembelajaran Terkait Teori Belajar Deskriptif dan Preskriptif
Bruner mengatakan bahwa teori pembelajaran bersifat preskriptif , yang berarti suatu yang ada sebelum adanya fakta. Sifat itu adalah sesuatu yang ada sebelum proes belajar terjadi. Teori pembelajaran harus mampu menghubungkan antara hal yang ada sekarang dan begaimana menghasilkan hal tersebut. Teori belajar menjelaskan dengan pasti apa yang terjadi, namun teori pembelajaran hanya membimbing apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan hal tersebut.
Ada empat hal yang tekait dengan teori pembelajaran, yakni sebagai berikut:
1. Teori pembelajaran harus memperhatikan bahwa terdapat banyak kecenderungan cara belajar siswa.kecenderungan ini sudah dimiliki siswa jauh sebelum ia masuk sekolah.
2. Teori ini juga terkait dengan adanya struktur pengetahuan. Ada tiga hal yang terkait dengan struktur            pengetahuan:
a. Struktur pengetahuan harus mampu menyederhanakan suatu informasi yang sangat luas.
b. Struktur tersebut harus mampu membawa siswa kepada hal-hal yang baru, melebihi informasi yang       dijelaskan.
c. Struktur pengetahuan harus mampu meluaskan cakrawala berpikir siswa dan mengombinasikannya dengan ilmu-ilmu     lain.
3. Teori pembelajaran juga terkait dengan hubungan yang optimal. Seorang guru harus mampu mencari hubungan yang mudah tentang sesuatu yang akan diajarkan agar murid lebih mudah menangkap informasi   tersebut.
4. Teori pembelajaran terkait dengan penghargaan dan hukuman.






BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Teori belajar adalah deskriptif karena tujuan utamanya menjelaskan proses belajar, sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif karena tujuan utamanya menetapkan metode pembelajaran yang optimal.
Perbedaan kedua teori ini yakni Teori belajar adalah deskriptif karena tujuan utamanya adalah menjelaskan proses belajar, sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif karena tujuan utamanya menetapkan metode pembelajaran yang optimal, teori pembelajaran preskriptif dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan   hasil.
Kelebihan teori deskriptif yakni lebih terkonsep sedangkan preskriptif yakni arah dan tujuannya jelas, sedangkan kekurangannya teori deskriptif yakni kurang memperhatikan sisi psikologis peserta didik, sedangkan teori preskriptif yakni membutuhkan waktu cukup lama.
 
B.Saran
Dengan membaca makalah ini penulis berharap pembaca akan lebih memahami makna tentang teori pembelajaran, dengan begitu seorang pendidik akan lebih menerapkan konsep dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik akan menjadi berkualitas .





DAFTAR PUSTAKA
Budiningsih, Asri. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Siregar, Eviline dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
http :// bimprippt19.blogspot.com
 

Terima Kasih Telah Membaca Postingan Ini, semoga bermanfaat!

Jumat, 16 Januari 2015

Soal Materi Sekolah Macam-macam Metode Pembelajaran



METODE PEMBELAJARAN
Menurut Sudjana ( 1989 : 30 ) yang termasuk dalam komponen pembelajaran adalah “ tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian “Metode mengajar yang digunakan guru hampir tidak ada yang sisa-sia, karena metode tersebut mendatangkan hasil dalam waktu dekat atau dalam waktu yang relatif lama. Hasil yang dirasakan dalam waktu dekat dikatakan seabagi dampak langsung (Instructional effect) sedangkan hasil yang dirasakan dalam waktu yang reltif lama disebut dampak pengiring (nurturant effect) biasanya bekenaan dengan sikap dan nilai. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000,194)Macam-macam Metode Pembelajaran :
1. METODE CERAMAH
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisonal.
Karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif.
a. Kelebihan Metode Ceramah
1) Guru mudah menguasai kelas.
2) Mudah dilaksanakan.
3) Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
4) Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.
b. Kekurangan Metode Ceramah
1) Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
2) Anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
3) Bila terlalu lama membosankan.
4) Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
5) Menyebabkan anak didik pasif.
 Djamarah, Bahri, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000.
2. METODE EKSPERIMEN
Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Dengan metode ini anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, mengendalikan variabel, dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata.
a. Kelebihan Metode Eksperimen
1) Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku;
2) Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi, suatu sikap yang dituntut dari seorang ilmuwan; dan
3) Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaannya yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
b. Kekurangan Metode Eksperimen
1) Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen;
2) Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran; serta
3) Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Djamarah, Bahri, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000.
3. METODE PEMBERIAN TUGAS DAN RESITASI
Pemberian tugas dengan arti guru menyuruh anak didik misalnya membaca, tetapi dengan menambahkan tugas-tugas seperti mencari dan membaca buku-buku lain sebagai perbandingan, atau disuruh mengamati orang/masyarakatnya setelah membaca buku itu. Dengan demikian, pemberian tugas adalah suatu pekerjaan yang harus anak didik selesaikan tanpa terikat dengan tempat.
a. Kelebihan Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
1) Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama; dan
2) Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.
b. Kekurangan Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
1) Seringkali anak didik melakukan penipuan di mana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri;
2) Terkadang tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan; dan
3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan indi¬vidual.
 Djamarah, Bahri, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000.

4. METODE DISKUSI
Diskusi adalah memberikan altematif jawaban untuk membantu memecahkan berbagai problem kehidupan.
Dengan catatan persoalan yang akan didiskusikan harus dikuasai secara mendalam.
a. Kelebihan Metode Diskusi
1) Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan (satu jawaban saja).
2) Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
3) Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleran.
b. Kekurangan Metode Diskusi
1) Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar;
2) Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas;
3) Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara; dan
4) Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.
Djamarah, Bahri, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000.

5. METODE LATIHAN
Metode latihan (driil) disebut juga metode training, yaitu suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga, sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.
a. Kelebihan Metode Latihan
1) Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
2) Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
3) Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
b. Kekurangan Metode Latihan
1) Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dan pengertian.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3) Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
4) Dapat menimbulkan verbalisme.
Djamarah, Bahri, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000.

6. METODE PROYEK
Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.
a. Kelebihan Metode Proyek
1) Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
2) Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
b. Kekurangan Metode Proyek
1) Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini;
2) Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini;
3) Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan;
4) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
Djamarah, Bahri, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2000.



7. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
8. PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
2. Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini


9. COOPERATIVE SCRIPT
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan guru.
7. Penutup.
Kelebihan:
• Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
• Setiap siswa mendapat peran.
• Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
• Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
• Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

10. PICTURE AND PICTUREPicture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7. Kesimpulan / rangkuman.
Kebaikan:
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.
Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.
11. NUMBERED HEADS TOGETHER
Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.
Langkah-langkah:
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
6. Kesimpulan.
Kelebihan:
• Setiap siswa menjadi siap semua.
• Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
• Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
Kelemahan:
• Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
• Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru








KESIMPULAN

Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan.

Kesimpulannya, tidak ada satupun metode pengajaran dan penyampain materi ke anak didik yang sempurna. Buktinya, tiap-tiap metode memiliki celah dan kelemahan di sana-sini. Jadi, semuanya tergantung tenaga pendidik dalam mengoptimalisasikan kelebihan yang tersedia serta meminimalisir berbagai kelemahan yang ada pada tiap-tiap metode. Saya yakin, dengan adanya keserasian antara metode yang diterapkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh tenaga pendidik jauh lebih ampuh dalam mencapai hasil optimal dalam proses belajar mengajar ketimbang "sibuk" menerapkan tradisi pengajaran lama yang kurang berbobot dan terkadang begitu monoton!

 

Terima Kasih Telah Membaca Postingan Ini, semoga bermanfaat!

Minggu, 05 Oktober 2014

Soal Materi Sekolah Kumpulan Materi Soal RPP silabus PPT Matematika SMA (Rumus Lengkap Matematika)

Sahabat Bimpri PPT Yang berbahagia. Bagaimana kabar anda semua baik-baik sajakan !kali ini saya admin bimpri PPT ingin membagikan beberapa link download tentang Rumus Lengkap Matematika mulai dari Matematika SMA, Rumus Cepat Matematika, Jurnal Matematika, dan serba-serbi Matematika lainnya.
Sebagian besar link di atas saya peroleh dari hasil penjelajahan saya di blognya Kang Abied dengan format file .pdf, .ppt dan .doc . Blog yang penuh dengan pengetahuan, terutama matematika.
Silahkan sahabat download file-file tersebut, semoga memberikan banyak manfaat. Amiin.
MATEMATIKA SMA
Materi Kelas X
BAB I BENTUK PANGKAT, AKAR DAN LOGARITMA
1. Bentuk Pangkat [176 KB]
2. Bentuk Akar [179 KB]
3. Bentuk Logaritma [170 KB]
4. Bentuk Pangkat, Akar dan Logaritma [Lengkap]
5. Menyederhanakan Bentuk Akar
6. Ulangan Harian 1 [147 KB]
BAB II FUNGSI, PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN KUADRAT
1. Persamaan Kuadrat [248 KB]
2. Jenis Akar, Jumlah dan Hasil Kali Akar Persamaan Kuadrat [244 KB]
3. Fungsi Kuadrat [387 KB]
4. Ulangan Harian 2 [236 KB]
BAB III SISTEM PERSAMAAN LINEAR
1. Sistem Persamaan Linear 2 Variabel [116 KB]
2. Sistem Persamaan Linear 3 Variabel [128 KB]
3. Ulangan Harian 3 [156 KB]
4. Latihan Ulangan Semester 1 [123 KB]
Format file: .pdf

MODUL MATEMATIKA SMA
Format file: .pdf

MODUL ICT MATEMATIKA SMA
Modul ICT Matematika SMA Kelas X
1. Presentasi PowerPoint untuk Matematika SMA Kelas X – Dimensi Tiga
2. Presentasi PowerPoint untuk Matematika SMA Kelas X – Grafik Fungsi Kuadrat
3. Presentasi PowerPoint untuk Matematika SMA Kelas X – Koordinat Kutub
4. Presentasi PowerPoint untuk Matematika SMA Kelas X – Persamaan Kuadrat
Modul ICT Matematika SMA Kelas XI IPA & IPS
1. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Kombinasi
2. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Komposisi Fungsi
3. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Lingkaran
4. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Peluang
5. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Penyajian Data
6. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Permutasi
7. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Ruang Sampel
8. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Suku Banyak dan Teorema Faktor
9. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Trigonometri
10. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Trigonometri (Sudut Rangkap)
11. Presentasi PowerPoint untuk Matematika Kelas XI – Ukuran Penyebaran Data
Modul ICT Matematika SMA Kelas XII IPA & IPS
1. Modul ICT Matematika Kelas XII – Matriks
2. Modul ICT Matematika Kelas XII – Sifat & Operasi Matriks
3. Modul ICT Matematika Kelas XII – Transformasi (Refleksi)
4. Modul ICT Matematika Kelas XII – Transformasi (Translasi-Dilatasi-Rotasi)
5. Modul ICT Matematika Kelas XII – Turunan
6. Modul ICT Matematika Kelas XII – Vektor
Format file: .ppt

KUMPULAN RUMUS CEPAT MATEMATIKA
Format file: .pdf

BANK SOAL MATEMATIKA
Format file: .doc

RPP & SILABUS MATEMATIKA
Format file: .doc

TEORI BELAJAR MATEMATIKA
Format file: .pdf

JURNAL MATEMATIKA
.
LAIN – LAIN
Download file via 4shared.com
MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI FLASH

1. Persamaan_Garis_Singgung_Lingkaran
2. Penerapan_Rumus_Sinus_Cosinus_1
3. Penerapan_Rumus_Sinus_Cosinus_2
4. Penerapan_Rumus_Sinus_Cosinus_3
5. Persamaan_Kuadrat
6. Transformasi_Geometri
7. Perkalian_Silang_Dua_Vektor
8. Spl_Dua_Variabel
9. Statistika_Penerapan_Hukum_Data_Berkelompok
10. Menggambar_Bagun_Ruang
11. Barisan_Dan_Deret
12. Matrik_Contoh
13. Penerapan_Hukum_Letak_Data_Berkelompok
14. Himpunan_Determinan
15. Lingkaran
16. Matriks
17. Jarak_Titik_Dan_Menggambar_Irisan_Penampang_1
18. Jarak_Titik_Dan_Menggambar_Irisan_Penampang_2
19. Kombinasi

Terima Kasih Telah Membaca Postingan Ini, semoga bermanfaat!