Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Kisi Kisi Materi UASBN Bahasa Indonesia SD 2016/2017

Berikut adalah kisi-kisi materi soal UASBN SD 2016/2017 dari BIMPRI PPT yang berpedoman kepada Kisi-kisi Materi Soal UASBN SD dari  BNSP kementerian pendidikan dan kebudayaan . Kisi-kisi kami buat dalam bentuk materi belajar berikut adalah link belajar dari UASBN Bahasa Indonesia yang terbagi menjadi dua bagian.



Bagian Pertama
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : H. Menentukan Makna denah

Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : G. Menentukan Unsur Intrinsik dan Makna Kalimat Cerita Anak-anak

Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : F. Menentukan Unsur Intrinsik Drama Anak-anak

Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : E. Memahami Unsur Intrinsik Puisi

Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : D. Menentukan Isi Tersurat/Tersirat dari Rubrik yang dibaca

Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : C. Menentukan Isi Laporan

Materi UASBN Bahasa Indonesia : B. Menentukan Unsur Intrinsik Dongeng

Materi UASBN Bahasa Indonesia SD: A. Menentukan Isi Bacaan
 Terima kasih telah membaca postingan ini tentang Kisi Kisi Materi UASBN Bahasa Indonesia SD 2016/2017
Bagian Kedua 
silahkan klik link Materi Belajar di bawah ini yang kalian sedang cari

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : V. Mengurutkan Gambar Seri

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : U. Menulis Ringkasan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : T. Menyusun Laporan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : S. Mendeskripsikan Gambar dengan Kalimat yang tepat

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : R. Menulis Imbuhan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : Q. Menulis Petunjuk Pemakaian

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : P. Menulis Surat

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : O. Menulis Teks Pidato

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : N. Menulis Iklan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : M. Menggunakan atau Menyunting Kata Depan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : L. Menulis Pengumuman

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : K. Menyusun Kalimat

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : J. Menulis dan Melengkapi Pantun

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : I. Menggunakan EYD

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : H. Menyusun Paragraf

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : G. Menggunakan Imbuhan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : F. Menggunakan Sinonim dan Antonim

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : E. Menulis Petunjuk Pemakaian

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : D. Menyusun Kalimat Majemuk

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : C. Menggunakan EYD

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia: B. Mengisi Formulir

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : A. Menulis Dialog
Terima Kasih Telah Membaca Postingan Ini, semoga bermanfaat!

Jumat, 16 Desember 2016

Kumpulan Lengkap Materi UASBN Bahasa Indonesia SD Kelas 6

Berikut Kumpulan - Kumpulan Soal Materi pembahasan UASBN Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang pendidikan SD untuk kelas 6  dengan judul postingan Kumpulan Lengkap Materi UASBN Bahasa Indonesia SD Kelas 6

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : V. Mengurutkan Gambar Seri2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : U. Menulis Ringkasan2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : T. Menyusun Laporan2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : S. Mendeskripsikan Gambar dengan Kalimat yang tepat2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : R. Menulis Imbuhan2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : Q. Menulis Petunjuk Pemakaian2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : P. Menulis Surat2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : O. Menulis Teks Pidato2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : N. Menulis Iklan2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : M. Menggunakan atau Menyunting Kata Depan2016-12-136, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : L. Menulis Pengumuman2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : K. Menyusun Kalimat2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : J. Menulis dan Melengkapi Pantun2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : I. Menggunakan EYD2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : H. Menyusun Paragraf2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : G. Menggunakan Imbuhan2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : F. Menggunakan Sinonim dan Antonim2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : E. Menulis Petunjuk Pemakaian2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : D. Menyusun Kalimat Majemuk2016-12-106, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : C. Menggunakan EYD2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia: B. Mengisi Formulir2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : A. Menulis Dialog2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : H. Menentukan Makna denah2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : G. Menentukan Unsur Intrinsik dan Makna Kalimat Cerita Anak-anak2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : F. Menentukan Unsur Intrinsik Drama Anak-anak2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : E. Memahami Unsur Intrinsik Puisi2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : D. Menentukan Isi Tersurat/Tersirat dari Rubrik yang dibaca2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD : C. Menentukan Isi Laporan2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia : B. Menentukan Unsur Intrinsik Dongeng2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN
Materi UASBN Bahasa Indonesia SD: A. Menentukan Isi Bacaan2016-12-096, Bahasa Indonesia, SD, UASBN

Selasa, 13 Desember 2016

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : V. Mengurutkan Gambar Seri

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, materi terakhir untuk UASBN SD Bahasa Indonesia tentang Mengurutkan Gambar Seri, berikut ringkasannya :

V.    Mengurutkan Gambar Seri
Gambar seri adalah rangkaian gambar yang menceritakan suatu peristiwa. Dalam gambar seri, setiap gambar menceritakan satu peristiwa dari rangkaian cerita. Gambar seri dapat disusun secara urut dan membentuk sebuah cerita yang runtut.
Langkah pertama mengurutkan gambar seri yang disusun secara acak yaitu menemukan tema cerita dalam gambar seri tersebut. Setelah menemukan tema cerita, kamu dapat menentukan peristiwa pertama yang mungkin terjadi dalam cerita. Langkah selanjutnya, yaitu menentukan urutan peristiwa lain yang disusun secara logis sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut.


Demikian postingan BIMPRI PPT untuk materi Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : V. Mengurutkan Gambar Seri, dan sebelumnya juga telah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : U. Menulis Ringkasan, dan selanjutnya juga dipostingkan tentang Materi UASBN Matematika SD

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : U. Menulis Ringkasan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, materi ke duapuluh satu ini tentang Menulis Ringkasan, beginilah ringkasannnya materinya :


U.    Menulis Ringkasan
Ringkasan adalah cara menyajikan karangan asli dalam bentuk singkat. Walaupun singkat, ringkasan harus tetap mempertahankan urutan isi serta sudut pandang pengarang asli. Ringkasan yang baik berbentuk karangan. Karangan tersebut terdiri dari beberapa kalimat utuh. Jadi, ringkasan merupakan rangkaian kalimat utuh. Ringkasan dibuat dengan tujuan untuk mempermudah dlam mengetahui isi sebuah tulisan. Cara membuat ringkasan yaitu memahami dengan baik isi bacaan yang akan diringkas, mencatat gagsan utama, dan merangkai gagasan utama dengan kalimat sendiri.
Kalimat ringkasan atau rangkuman merupakan pernyataan yang berupa inti sari dari bacaan. iNti sari bacaan dpat ditemukan berdasrkan ide pokok yang dibahs dalam bacaan. Kalimat ringkasan dapat mewakili isi bacaan.

Demikian postingan untuk kali dari BIMPRI PPT tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : U. Menulis Ringkasan, sebelumnya sudah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : T. Menyusun Laporan, Selanjutnya dipostingkan juga tentang :

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : T. Menyusun Laporan

Materi UASBN SD Bahsa Indonesia, materi keduapuluh ini bertajuk tentang menyusun laporan berikut isi ringkasannya :

T.    Menyusun Laporan
Laporan perjalanan merupakan uraian yang mengungkapkan hal-hal penting dari suatu musibah atau perjalanan. Laporan perjalanan disusun dengan didasari oleh anggapan bahwa apa yang dialami selama perjalanan itu penting dan bermanfaat. Bentuk-bentuk laporan perjalana adalah sebagai berikut.
1.    Perjalanan wisata
2.    Perjalanan dinas
3.    Studi banding
4.    Kunjungan kekerabatan
5.    Petualangan.
Laporan perjalanan hampir sama dengan cerita pendek atau pun novel. Bedanya bahwa cerita yang diangkat dalam laporan perjalanan  diangkat dari sesuatu yang benar-benar terjadi: teralami, tersaksikan, terdengar. Hal-hal yang perlu dikemukakan dalam laporan hasil kunjungan (kegiatan), yaitu sebagai berikut.
1.    Tempat yang dikunjungi
2.    Waktu dan tujuan kunjungan
3.    Hal-hal menarik yang dijumpai selama kunjungan.

Demikianlah postingan kali ini dari BIMPRI PPT tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : T. Menyusun Laporan dan sebelumnya telah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : R. Menulis Imbuhan, selanjutnya postingan yang lain dapt dilihat di bawah ini :

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : S. Mendeskripsikan Gambar dengan Kalimat yang tepat

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, berikut adalah postingan kesebilan belas dengan judul Mendeskripsikan gambar dengan kalimat yang tepat, berikut ringkasanya :

S.    Mendeskripsikan Gambar dengan Kalimat yang Tepat
Mendeskripsikan suatu gambar dengan menggunakan kalimat yang tepat dapat kita lakukan dengan cara memahami gambar dengan benar dan teliti. Setelah itu, baru kita menentukan kalimat yang sesuai dengan isi gambit tersebut. Kita tidak boleh salah dalam memberikan kalimat dalam sebuah gambar, karena apabila salah berarti kita belum sepenuhnya memehami apa maksud dari sebuah gambar tersebut.

Demikian postingan BIMPRI PPT tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : S. Mendeskripsikan Gambar dengan Kalimat yang tepat, sebelumnya sudah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : R. Menulis Imbuhan,, selanjutnya akan dipostingkan tentang :

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : R. Menulis Imbuhan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia , materi yang kedelapan belas ini berjudul Menulis Imbuhan, berikut ringkasan materinya :

R.    Menulis Imbuhan
Kata berimbuhan adalah kata yang menggunakan imbuhan. Imbuhan dalam bahasa Indonesia jumlahnya bermacam-macam. Secara garis besar imbuhan tersebut dibagi ke dalam beberapa jenis.
1.    Awalan, adalah imbuhan yang diikatkan di depan bentuk dasar.
Contoh: awalan ber-, ter-, pe-.
2.    Sisipan, adalah imbuhan yang diikatkan di tengah bentuk dasar.
Contoh: -el-, -em-, -er-.
3.    Akhiran, adalah imbuhan yang diikatkan di belakang bentuk dasar.
Contoh: imbuhan men-, di-,

Demikian postingan BIMPRI PPT tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : R. Menulis Imbuhan, sebelumnya telah kami postingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : Q. Menulis Petunjuk Pemakaian, selanjutnya kami postingkan tentang :

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : Q. Menulis Petunjuk Pemakaian

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, untuk materi ketujuhbelas ini berjudul menulis petunjuk pemakaian, silahkan baca ringkasannya dibawah ini

Q.    Menulis Petunjuk Pemakaian
Penjelasan yang baik harus dilakukan secara urut agar orang lain dapat memahami dengan jelas. Berikit adalah penggunaan setrika listrik.
1.    Siapkan meja atau tempat untuk menyetrika dan tempat untuk meletakkan  setrika panas.
2.    Periksa setrika, apakah ada kabel yang lecet. Bila ada yang lecet, kabel itu harus diperbaiki terlebih dahulu.
3.    Masukkan stekker ke stop kontak. Bila lampu indicator/ penala pada setrika menyala hal itu berarti setrika sudah teraliri arus listrik
4.    Bila sudah siap, putar pengatur panas/ suhu sesuai dengan yang dikehendaki.
5.    Apabila kemudian lampu indicator/ penala padam berarti suhu/ panas yang dikehendaki sudah tercapai. Dengan demikian, setrika sudah siap untuk digunakan.
6.    Bila sudah selesai digunakan, cabutlah steker (bukan kabel yang ditarik ) dari stop kontak.
7.    Letakkan setrika panas tersebut di tampat yang aman.

Demikian postingan BIMPRI PPT tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : Q. Menulis Petunjuk Pemakaian, sebelumnya telah di posting tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : P. Menulis Surat, Selanjutnya dapat dilihat di bawah ini

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : P. Menulis Surat

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi keenambelas berisi tentang Menulis Surat , berikut ringkasanya :

P.    Menulis Surat
Surat adalah kertas yang bertulis dengan berbagai tujuan. Berdasarkan sifatnya, surat terdiri atas surat resmi dan surat pribadi. Surat resmi berbeda dengan surat pribadi. Bahasa yang digunakan dalam surat resmi adalah bahasa yang baku. Selain itu, ada beberapa aturan lain yang membedakan surat resmi dengan surat pribadi.  Surat resmi adalah surat yang dikeluarkan oleh organisasi atau lembaga tertentu. Surat resmi yang baik disusun dengan sistematika dan bahasa yang baku. Surat resmi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan, seperti undangan rapat dan permohonan izin. Surat resmi harus ditulis dengan bahasa baku dengan pilihan kata yang tepat, kalimat yang jelas, dan mudah dipahami. Bagian-bagian surat resmi adalah sebagai berikut.
1.    Kepala surat
2.    Tanggal penulisan surat
3.    Nomor surat
4.    Lampiran
5.    Perihal
6.    Alamat yang dituju
7.    Salam pembuka
8.    Batang tubuh surat, terdiri atas
a.    pembukaan,
b.     isi,
c.     penutup.
9.    Salam penutup
10.    Tanda tangan, nama terang pembuat surat, dan NIP (jika ada)
11.    Tembusan

Demikian untuk postingan BIMPRI PPT kali ini tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : P. Menulis Surat, sebelumnya juga telah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : O. Menulis Teks Pidato, Selanjutnya bisa dilihat di bawah ini

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : O. Menulis Teks Pidato

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi Ke limabelas ini berisi materi Menulis teks pidato yang ringkasan materi seperti ini :

O.    Menulis teks pidato
Pidato merupakan kegiatan berbicara. Berpidato bisa dilakukan berdasarkan teks/naskah pidato (yang sudah disiapkan sebelumnya), berdasarkan catatan tentang garis besar isi pidato, ada pula yang serta merta, tanpa teks. Bagi pemula, dalam berpidato sebaiknya menggunakan teks/naskah pidato agar lancar. Teks pidato dapat disusun dengan cara sebagai berikut.
1.    Menentukan tema pidato
Tema disesuaikan dengan peristiwa yang melatarbelakangi pidato. Misalnya, untuk acara perpisahan, kamu bisa menyampaikan tema “Berterima kasih kepada Bapak-bapak/Ibu-ibu Guru”.
2.    Mendaftar pokok-pokok isi yang akan disampaikan dalam pidato.
3.    Menentukan tujuan pidato.
Tujuan pidato bermacam-macam, misalnya untuk mengemukakan atau menyampaikan sesuatu, menghibur, menjelaskan sesuatu atau mempengaruhi pendengar.
4.    Menyusun kerangka pidato.
Kerangka pidato terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup.
a.    Pendahuluan, berisi salam pembuka, ucapan syukur kepada Tuhan, ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang terkait, dan tujuan pidato.
b.    Isi pidato berisi uraian materi pidato. Isi pidato harus sesuai dengan tema.
c.    Penutup, berisi kesimpulan, saran, kritik, harapan-harapan, ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan salam penutup.
5.    Mengembangkan kerangka pidato menjadi naskah pidato.

Demikian postingan dari BIMPRI PPT untuk  Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : O. Menulis Teks Pidato, sebelumnya telah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : N. Menulis Iklan, Selanjutnya BIMPRI PPT posting tentang :

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : N. Menulis Iklan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi keempatbelas ini berjudul Menulis Iklan, berikut materinya :

N.    Menulis Iklan
Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk khalayak ramai agar memiliki atau memenuhi permintaan di dalam iklan. Iklan biasa bersifat mempengaruhi pendengar atau pembacanya. Jadi sebaiknya kalimat iklan disajikan secara singkat. Jika kalian cermati, bahasa yang digunakan dalam iklan mengandung fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa atau kejadian yang kenyataannya tidak diragukan. Fakta dalam iklan mencakup identitas produk yang ditawarkan, komposisi, kegunaan, dan sarana penggunaan secara lengkap. Selain mengandung fakta produk, iklan juga mengandung opini. Opini merupakan kalimat yang digunakan untuk menarik minat pembeli. Pemasang iklan tidak boleh memberikan opini dengan melebih-lebihkan produk. Opini harus didukung fakta-fakta yang ada di dalam produk. Ciri-ciri opini adalah disajikan dengan bahasa yang persuasif.
Demikian yang dapat BIMPRI PPT postingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : N. Menulis Iklan, sebelumnya admin telah postingkan tenatang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : M. Menggunakan atau Menyunting Kata Depan Selanjutnya bisa dilihat dibawah ini

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : M. Menggunakan atau Menyunting Kata Depan

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi ketigabelas ini berisikan materi tentang Menggunakan atau menyunting kata depan, berikut ringkasanya:


M.    Menggunakan/Menyunting Kata Depan
Kata depan adalah kata yang berfungsi sebagai unsur kehadirannya selalu berada di depan kata lainnya. Berikut beberapa contoh kata depan.
1.    Bagi             5.    Dengan   
2.    Untuk            6.    Dari
3.    Buat            7.    Ke
4.    Guna            8.    Oleh
Demikian BIMPRI PPT tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : M. Menggunakan atau Menyunting Kata Depan, sebelumnya sudaha saya postingkan tentang Materi tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : L. Menulis Pengumuman ,Selanjutnya silahkan lihat di bawah ini tentang materi yang lainnya

Sabtu, 10 Desember 2016

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : L. Menulis Pengumuman

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi keduabelas tentang Menulis Pengumuman, inilah ringkasannya
BHS UASBN 12

L.    Menulis Pengumuman
1.    Pengertian Pengumuman
Pengumuman adalah penyampaian informasi kepada umum. Isinya bisa berupa pemberitahuan, imbauan, harapan, dan sebagainya.

2.    Ciri-ciri Pengumuman

Ciri-ciri pengumuman sebagai berikut.
a.    Ditujukan kepada umum
b.    Tidak bersifat rahasia
c.    Disampaikan secara terbuka
d.    Isinya menyangkut keperluan orang banyak.

3.    Syarat-syarat Pengumuman
Syarat-syarat pengumuman sebagai berikut.
a.    Menggunakan bahasa yang dapat dipahamim oleh umum
b.    Isinya jelas dan tidak menimbulkan salah paham.
Pengumuman dapat disampaikan scara lisan ataupun tertulis.
a.    Secara lisan, misalnya melalui upacara bendera di sekolah oleh kepala sekolah atau guru, melalui pengeras suara di masjid-masjid, melalui radio, ataupun melalui mobil keliling oleh aparat pemerintah.
b.    Secara tertulis, misalnya dalam bentuk surat yang terpampang dalam papan pengumuman, melalui Koran ataupun majalah.

Demikian Materi tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : L. Menulis Pengumuman, sebelumnya telah dipostingkan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : K. Menyusun Kalimat
, selanjutnya dipostingkantentang

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : K. Menyusun Kalimat

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi kesebelas tentang  Menyusun Kalimat, berikut ringkasannya :
BHS UASBN 11

K.    Menyusun kalimat
Kalimat dapat disusun dengan beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut disebut subjek, predikat, objek, dan keterangan. Subjek adalah unsur yang berfungsi sebagai pokok pembicaraan suatu kalimat. Predikat adalah unsur yang berfungsi menjelaskan subjek. Objek letaknya selalu di belakang predikat. Umumnya berupa kata benda. Keterangan adalah unsur yang  berfungsi menerangkan seluruh fungsi dalam suatu kalimat. Letak keterangan bersifat bebas bisa di awal maupun di akhir kalimat.

Demikian Materi tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : K. Menyusun Kalimat, semoga bermanfaat, materi sebelumnya Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : J. Menulis dan Melengkapi Pantun, Selanjutnya silahkan lihat di bawah ini

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : J. Menulis dan Melengkapi Pantun

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi yang ke sepuluh berikut ini tentang Menulis dan Melengkapi Pantun, Berikut ringkasannya :
BHS UASBN 10

J.    Menulis/ Melengkapi Pantun
1.    Pengertian Pantun
Di antara berbagai karya sastra lama Indonesia yang sangat terkenal adalah pantun. Dalam kesusastraan Indonesia, pantun kali pertama muncul dalam "Sejarah Melayu" dan hikayat-hikayat populer yang sezaman. Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi. Sebagaimana bentuk puisi lainnya, pantun mementingkankeindahan bahasa, pemadatan makna kata, serta bentuk penulisannya yang berbait-bait. Pantun akan terdengar lebih indah jika dibaca dengan lafal dan intonasi yang benar. Di samping itu, keindahan pantun juga terlihat pada persamaan bunyinya.  

2.    Ciri-ciri Pantun

Ciri-ciri pantun sebagai berikut.
a.    Satu bait terdiri atas empat baris;
b.    Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan dan keempat merupakan isi;
c.    Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata;
d.    Rima akhir berpola a-b-a-b.
3.    Macam-macam Pantun
Berdasarkan isinya, pantun dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain pantun nasihat, pantun teka-teki, pantun jenaka, pantun adat, pantun agama, pantun nasib, dan pantun perkenalan. Berdasarkan jenisnya pantun dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain pantun anak-anak (pantun bersukacita dan pantun berdukacita), pantun dagang, pantun orang muda, pantun jenaka, dan pantun orang tua, yaitu pantun nasihat, pantun agama, dan pantun adat.
a.    Pantun Nasihat                e.    Pantun Agama       
Contoh:                                         Contoh:       
Berakit-rakit ke hulu                    Asam hadis asam gelugur
Berenang-renang ke tepian                Ketiga asam riang-riang
Bersakit-sakit dahulu                     Menangis di pintu kubur
Bersenang-senang kemudian             Teringat badan tidak sembahyang
b.    Pantun Teka-teki                f.    Pantun Nasib
Contoh:                                           Contoh:   
Kalau puan, puan cerana                 Asam pauh dari seberang
Ambil gelas di dalam peti                 Tubuhnya dekat tepi tebat
Kalau tuan bijaksana                     Badan jauh di rantau orang
Binatang apa tanduk di kaki                 Jika sakit siapa mengobat
c.    Pantun Jenaka                      g.    Pantun Perkenalan
Contoh:                                                 Contoh:
Elok rupanya pohon belimbing            Dari mana hendak ke mana
Tumbuh di dekat limau tungga             Dari Jepang ke Bandar Cina
Elok berbini orang sumbing                 Kalau boleh kami bertanya
Biar marah ketawa juga                       Bunga yang kembang siapa punya
d.    Pantun Adat
Contoh:
Lapun Melapun ke Inderagiri
Singgah sebentar ke belipuh
Ampun hamba tegak berdiri
Ujudnya duduk dengan bersimpuh


Demikian postingan admin tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : J. Menulis dan Melengkapi Pantun, sebelumnya adalah materi tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : I. Menggunakan EYD, Selanjutnya dapat di lihat di bawah ini

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : I. Menggunakan EYD

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, inilah materi ke sembilan tentang Menggunakan EYD, berikut ringkasan materinya :
BHS UASBN 9

I. Menggunakan EYD
Penggunaan EYD disini misalnya pada penggunaan huruf capital dan tanda baca. Huruf kapital dapat digunakan sebagai berikut.

1.    Huruf Kapital
a.    Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama kata awal kalimat.
Contoh:
Selain buku juga penggaris yang dijual.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Mobil itu berjalan dengan cepat.

b.    Huruf  capital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
Ibu bertaya, “Kapan Yuni pergi?”
“Kemarin yuni bertengkar dengan Dwi” kata Diana.
Pak Wanto berseru, “Rosid harus giat bekerja supaya memiliki tabungan yang banyak.”

c.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Imam Maliki
Nabi Ibrahim
Sultan Ageng Tirtayasa
Haji Abu Bakar

d.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya.
Contoh:
Allah
Yang Maha Kuasa
Yang Maha Agung
Alkitab
Weda

e.    1)    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Haji Umar Sahid
Mahaputra Yamin
Nabi Musa
Pangeran Antasari
Sultan Agung

2)    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Contoh:
Dia baru saja diangkat menjadi pangeran.
Ia berencana, tahun ini akan naik haji.
Sebelum pergi, ia menemui beberapa kiai.
Ia mendapat bintang mahaputra dari pemerintah

f.     Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya.
Contoh:
bulan Agustus             hari Natal
bulan Maulid            hari Lebaran
hari Nyepi            tahun Hijriah
hari Jumat            tarikh Masehi

g.    Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah.
Contoh:
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perang Gerilya
Perang Candu
Perang Dunia II

h.    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
Contoh:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pertikaian masalah nuklir membawa resiko pecahnya perang dunia.
Pihak penjajah tertekan dengan perang gerilya pejuang Indonesia.

2.    Tanda Baca
Tanda baca adalah tanda yang dipakai di sistem ejaan (seperti titik, koma, titik dua). Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan kata  dan kalimat dalam bentuk tulisan serta penggunaan tanda baca. Tanda baca ada bermacam-macam antara lain sebagai berikut.

a.    Tanda titik (.)
    Berikut beberapa penggunaan tanda titik (.).
1)    Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:
Sigit tinggal di Jakarta.
Biarlah mereka duduk di sana.
Pak Wanto menanyakan siapa yang akan pulang.
2)    Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.
Contoh:
Ia memerlukan meja, kursi, dsb.
Dia mengatakan, “tangan saya sakit.”
Skripsi itu disusun oleh Drs. Rahmanto, M.M.
3)    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
Pukul 2.30.10 (pukul 2 lewat 30 menit 10 detik atau pukul 2, 30 menit, 10 detik)
4)    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contoh:
1.30.15 (1 jam, 30 menit, 15 detik)
0.10.20 jam (10 menit, 20 menit)
0.0.20 jam (20 detik)
5)    Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:
Desa itu berpenduduk 25.100 orang.
Sisiwa yang tidak lulus perguruan tinggi negeri 4.000 orang.
Penduduk Surabaya lebih dari 12.000.000 orang.

b.    Tanda koma (,)
    Berikut beberapa penggunaan tanda koma (,).
1)    Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Contoh:
Ia membeli kertas, pena, dan tinta.
Surat biasa, surat kilat, ataupun surat khusus memerlukan perangko.
Satu, dua, ... tiga!
2)    Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.
Contoh:
Saya akan membeli buku-buku novel, tetapi kau yang memilihnya.
Andri bukan anak saya, melainkan anak Pak Rahmat.
Semua mahasiswa harus hadir, kecuali yang tidak lulus MID.
Dia senang membaca cerita pendek, sedangkan adiknya suka membaca puisi.

c.    Tanda titik dua (: )
Aturan penggunaan tanda baca titik dua (:) adalah sebagai berikut.
1)    Titik dua dipakai pada akhir kalimat yang diikuti pemerian atau  rangkaian.
Contoh:
Ibu membeli sayur-mayur: kol,wortel, seledri, dan buncis.
2)    Titik dua dipakai sesudah kata yang memerlu kan pemeriaan rangkaian.
Contoh:
Tempat : Ruang Aula
Hari  : Senin, 2 Oktober 2003
Waktu : 09.30
3)    Titik dua dipakai dalam teks percakapan.
Contoh:
Irma : "Apa kabar?"
Nuri : "Baik-baik saja."

d.    Tanda titik koma (;)
Berikut beberapa penggunaan tanda titik koma (;).
1)    Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Contoh:
Ayah mengurus tanamannya di kebun itu; Ibu sibuk bekerja di dapur; Adik bermain di teras depan; saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan lagu-lagu kesayangan.
Hari sudah malam; anak-anak maish membaca buku-buku yang baru dibelinya.
2)    Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat ang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan dan.
Contoh:
Warga Negara Indonesia;
Berijazah sarjana (S1) sekurang-kurangnya;
Berbadan sehat;
3)    Tanda titik koma digunakan utnuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.
Contoh:
Kakak membeli buku; tas; pensil; baju; celana; kaos; gula; garam; penyedap rasa.
Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua; sekretaris; bendahara; penyusunan program kerja; anggaran dasa; dan anggaran rumah tangga; pendataan anggota; dokumentasi; asset organisasi.

e.    Tanda hubung (-)
Berikut beberapa penggunaan tanda titik hubung (-).
1)    Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh penggantian baris.
Contoh:
Di samping cara-cara lama itu ada ju-
ga cara yang baru untuk mengatasi persoalan itu.
Masalah itu segera saja di-
selesaikan agar tidak meresahkan.
2)    Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.
Contoh:
Kini ada cara yang baru untuk meng-
ukur panas.
Kukuran baru ini memudahkan kita me-
ngukur kelapa.
Senjata ini merupakan alat pertahan-
an yang modern.
3)    Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang
Contoh:
anak-anak
berulang-ulang
kehijau-hijauan

f.    Tanda pisah (-)
Berikut beberapa penggunaan tanda titik pisah (-).
1)    Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat.
Contoh:
Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai—diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
Kesuksesan itu-akan mudah didapat-jika kita tetap berusaha.
2)    Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh:
Rangkaian temuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah persepsi kita tentang alam semesta.
Gerakan pengutamaan Bahasa Indonesia___amanat Sumpah Pemuda-harus ditingkatkan.
3)    Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti 'sampai ke' atau 'sampai dengan'.
Contoh:
1901—1966
tanggal 15—20 April 1975
Jakarta—Surabaya

g.    Tanda tanya (?)
    Berikut beberapa penggunaan tanda tanya (?).
1)    Tanda tanya dipakai pada akhir tanya.
Contoh:
Kapan kamu berangkat?
Saudara tahu, bukan?
2)    Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:
Dia dilahirkan pada tahun 1512 (?).
Uangnya sebanyak 20 juta rupiah (?) hilang.

h.    Tanda seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
Alangkah kejamnya peristiwa itu!
Bersihkan kamar itu sekarang juga!
Sampai hati benar dia meninggalkan buah hatinya!
Merdeka!

i.    Tanda petik ( “.. “)
Berikut beberapa penggunaan tanda petik (“..”).
1)    Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:
Ibu berkata, “Bapak berangkat besok pagi.”
"Saya belum siap," kata Dina, "tunggu sebentar!"
Pasal 35 UUD 1945 berbunyi, "Bendera negara ialah Sang Saka Merah Putih."
2)    Tanda petik mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:
Bacalah "Rubrik Humor" dalam buku Dari Hal Sedih, dari Hal Senyum.
Makalah “Pembentukan Insan cerdas Kompetitif” menarik perhatian peserta seminar.
Sajak "Berdiri Aku" terdapat pada halaman 5 buku itu.

j.    Tanda kurung ( ( ) )
    Berikut beberapa penggunaan tanda titik kurung (()).
1)    Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan.
Contoh:
Bagian Pengembangan sudah menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan).
Ia tidak membawa BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor)
Anak itu tidak memiliki KTP (kartu Tanda Penduduk)
2)    Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:
Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1956.
Keterangan itu (lihat Tabel 11) menunjukkan arus perkembangan baru dalam pasaran dalam negeri.
3)    Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:
Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Medan.

k.    Tanda garis miring (/)
    Berikut beberapa penggunaan tanda titik garis miring (/).

1)    Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.
Contoh:
No. 8/PK/2010
Jalan Kramat Raya IV/15
tahun anggaran 2009/2010
2)    Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap, dan ataupun.
Contoh:
dikirimkan lewat darat/laut    (dikirimkan lewat darat atau laut)
harganya Rp25000,00/lembar    (harganya Rp25000,00 tiap lembar)
Tindakan kejahatan dan/atau penganiayaan    ‘tindakan kejahatan dan penganiayaan, tindakan penganiayaan, atau tindak kejahatan’

Demikian Postingan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : I. Menggunakan EYD, sebelumnya telah dipostingkan Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : H. Menyusun Paragraf, selanjutnya materi tentang :

Soal Materi Sekolah Materi SD Bahasa Indonesia : H. Menyusun Paragraf

Materi UASBN SD Bahasa Indonesia, Materi uasbn ke delapan yaitu tentang Menyusun Paragaraf, berikut ringkasannya ;

BHS UASBN 8

H.    Menyusun Paragraf
1.    Pengertian Paragraf
Paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan, biasanya mengandung satu ide pokok dan dimulai penulisannya dengan garis baru; alinea. Paragraf yang baik terdiri atas dua bagian, yakni kalimat utama dan kalimat penjelas.
a.    Kalimat utama adalah kalimat pokok atau kalimat yang menjadi dasar pengembangan paragraph. Letaknya mungki pada bagian awal atau pada akhir paragraph.
b.    Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan atau menguraikan kalimat utama. Kalimat penjelas pada umumnya lebih dari satu buah.

2.    Bentuk-bentuk Paragraf
Setiap paragraf pasti memiliki pikiran utama atau gagasan utama. Kamu dapat menemukan gagasan utama di awal paragraf, akhir paragraf atau di awal dan di akhir paragraf. Paragraf-paragraf tersebut adalah sebagai berikut.
a.    Paragraf Deduktif merupakan paragraf di mana gagasan utamanya terletak di awal paragraf.
b.    Paragraf Induktif merupakan paragraf di mana di mana gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.
c.    Paragraf Deduktif-Induktif merupakan paragraf di mana di mana gagasan utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf.

Demikian postingan tentang Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : H. Menyusun Paragraf, sebelumya telah di postingkan tentang materi Materi UASBN SD Bahasa Indonesia : G. Menggunakan Imbuhan, selanjutnya silahkan lihat di bawah